Mendulang Cinta Sejati

^o^ Remaja…. Remaja….
Kayaknya kalau ngomongin tentang CINTA, nggak akan ada habisnya. Remaja... mulai dari lagu, novel, cerpen, dan lain lainnya berbau cinta. Nggak sedikit juga yang bertanya-tanya cinta itu apa yah???
Cinta itu identik dengan masa remaja, yaitu masa-masa yang paling indah. Apanya yang indah??? Yaitu interaksinya. Kebanyakan pada saat remaja itu interaksi kepada lawan jenis malah makin menyenangkan. Iya apa iya? Misalnya ketika bercerita, atau malah ketika curhat... dan ada pula yang malah asiknya teleponan dan smsan. Disaat remaja hormon-hormon reproduksi kita mulai aktif, jadi masa-masa remaja adalah masa yang memiliki ghiroh/ semangat/ nafsu yang kuat. Ya berarti masa remaja itu adalah masa yang rawan.
Nah, di sini saya mau sedikit berbagi nih. Banyak sekali orang menafsirkan cinta sesuai dengan pribadinya sendiri. Tapi kebanyakan memaknainya dengan cinta ke lawan jenis. Dan hal ini membuat banyak penjahat yang mengatasnamakan cinta beraksi. Contoh realnya sih pacaran…
Sedikit definisi cinta…
Cinta itu fitrah, jadi wajarlah jika manusia memiliki perasaan yang bernama cinta.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya,
dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir
(QS ar-Rum [30]:21)

Cinta itu putih, yaitu bersih dan pasti ada disetiap insan.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak,
kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia,
dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)
(QS ali Imraan [3]:14)

Cinta itu murni, yaitu menimbulkan kesejukan dan rasa kasih sayang.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh,
kelak Allah Yang Maha Pemurah
akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang
(QS Maryam [19]:96)

Cinta itu tidak boleh diekspresikan dengan cara pacaran. Karena sesungguhnya pacaran itu mendekati zina. Coba deh telaah ayat dibawah ini:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra’:32)

Mendekati zina (pacaran) jelas-jelas dilarang dalam Islam, apalagi zinanya. Nah, pacaran itu awal mula dari yang namanya zina!. Mulanya jadian, terus gandengan tangan, keterusan jadi pelukan, terus menerus jadi ciuman, eh…… keterusan terus-terusan jadinya ya gitu deh… hamil diluar nikah. Siapa yang salah? Ya diri sendiri. Alloh jelas-jelas melarang untuk kebaikan kita, malah kita acuhkan.
Mau tau faktanya nggak??? Pacaran itu penuh kebohongan (selingkuh), penuh dengan ktidakharmonisan nggak jarang yang main pukul (padahal bukan suami ya… enak aja main pukul!), terus banyak nangisnya (apa lagi cewek T.T). Haduh…
Aduh, kebanyakan ngomongin si cinta. Terus kalau cinta sejati itu ada nggak sih??? Ya tentu ada. Apakah itu??? CINTA KEPADA ALLOH SWT. Itulah cinta sejati yang harus kita miliki. Sudahkah kita memilikinya? Mari mendulang cinta sejati yang tidak akan lekang oleh waktu…
Kata Mas-Mas yg tergabung dalam nasyid In-Team sih…
“Jika kau mencintai bunga
Sedarlah engkau bunga itu ?kan layu
Jika kau cintakan manusia
Sedarlah suatu hari dia ?kan pergi
Jika kau mencintai harta
Harta itu nanti kau akan tinggalkan
Jika kau mencintai Ilahi
Hanya Dia yang akan kekal abadi
Cintailah Ilahi”

Mudah-mudahan cinta kita adalah cinta yang sejati dan suci. Tidak ternodai.. apalagi sama yg namanya pacaran. Aamiin^^


Renungan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Saat Dia Datang Padamu…

Ya. Dia pasti akan datang kepadamu untuk melakukan tugasnya. Dia pasti datang padamu. Dia akan memutuskan kenikmatan yang engkau peroleh didunia. Siapakah dia? Ya, dia adalah malaikat izra’il.

Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan.” (QS. As-Sajdah: 11)

“Dan Dialah Penguasa Mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang diantara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.” (QS. Al-An’am: 61)

Dua ayat diatas menunjukkan bahwa ada malaikat yang diberi tugas untuk mencabut nyawa. Malaikat selalu patuh kepada Allah dan tidak pernah melalaikan tugasnya. Sehingga apabila sudah datang ketetapan-Nya, maka malaikat akan melakukan tugasnya. Dimanapun… kapanpun… sesuai ketetapan-Nya.

“Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya…”(QS. Al-Imran: 145)

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu…”(QS. Al-Imran: 185)

Manusia adalah makhluk bernyawa. Dan pasti akan merasakan kematian. Kita pasti akan mati. Sudah siapkah kita dijemput malaikat??? Tanyakanlah pada hatimu sendiri.

Kebanyakan manusia yang terkena penyakit wahn (cinta dunia) itu takut mati. Mereka memandang bahwa kematian akan memisahkan mereka dari kebahagiaan. Padahal tidak demikian. Pernahkah kamu berfikir bagaimana jika Allah memberikanmu keistimewaan yaitu hidup abadi. Hanya kamu manusia yang tidak akan pernah mati. Apakah kamu akan bahagia? Tentu tidak. Kamu akan mengalami banyak kesedihan. Saat satu demi satu orang yang kamu cintai pergi meninggalkanmu untuk selamanya tanpa pernah akan berjumpa lagi. Saat hanya kamu yang hidup didunia dan semua orang meninggalkanmu. Bagaimana perasaanmu? Sedih. Ya. Sedihlah pastinya.

Segala ketetapan Allah adalah sebuah nikmat. Allah Maha Pengasih. Dia akan memberikan kenikmatan kepada makhluk ciptaannya. Begitu pula dengan kematian. Itu adalah sebuah nikmat yang Allah berikan pada manusia.

Tapi bukankah ketika nyawa dicabut itu rasanya sakit? Ya. Memang sakit. Tapi, jika keadaan kita dalam keadaan khusnul khatimah, maka rasa sakit itu tidak akan begitu terasa.

“(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, meraka (para malaikat)mengatakan (kepada mereka), “salaamun’alaikum, masuklah kedalam syurga karena apa yang telah kamu kerjakan”.”(QS. An-Nahl: 32)

Tapi, jika keadaannya buruk (kafir)/ su’ul khatimah maka sakaratul maut akan terasa sangat menyiksa.

“Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”.” (QS. Al-Anfal: 50)

Begitulah malaikat mencabut nyawa manusia. Sesuai dengan amal perbuatannya. Jika orang-orang ditanya, “Sudah siapkah Anda dijemput malaikat?” mereka menjawab, “Belum, karena saya masih banyak dosa.” Kebanyakan manusia memang seperti itu. Tidak siap meninggalkan dunia ini atau tidak siap masuk ke dunia akhirat. Sesungguhnya Allah lah tempat sebaik-baiknya kembali. Lalu bagaimana cara agar kita siap?

Kita harus mempersiapkannya sebaik mungkin. Yaitu dengan beribadah dengan sungguh-sungguh seakan-akan esok kau meninggal. Jika kamu merasa memiliki banyak dosa, maka banyak-banyaklah bertaubat. Bertaubat kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat.

Ada yang lebih penting yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan/ menjauhi larangan-Nya. Banyak sekali hal yang Allah perintahkan pada manusia. Bukan hanya yang tertera pada rukun Islam saja yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Masih ada perintah menutup aurat, berpegang teguh pada Islam, berjihad, menetapkan sesuatu sesuai dengan hukum Allah, dan masih banyak lagi. Kita jangan memandang beribadah hanya sekedar yang tertera pada rukun Islam saja. Sebenarnya, semua aktivitas kita bisa bernilai ibadah jika diperintahkan Allah, dicontohkan Rasul, dan Ikhlas.

Persiapkan dirimu sebelum dia datang menjalankan tugasnya. Mungkin hari ini, besok atau lusa dia akan datang. Kuatkan dalam hatimu, “Kematian berarti saatnya aku dipanggil oleh Allah, Sang Cinta Sejati. Aku bahagia karena akan bertemu dengan Sang Cinta, Sang Pencipta… Aku tidak takut. Ku tunjukkan senyumku walaupun orang-orang disekitarku menangisi kepergianku…”

Pohon Yang Rindang

Pohon yang rindang berasal dari biji yang ditanam. Semakin hari pohon semakin tumbuh membesar. Tapi sayang, pohon itu tumbuh digunung yang tinggi. Sehingga angin kencang sering menerpanya.

Semakin hari angin semakin kencang. Sang pohon tanpa pernah ada kata putus asa tetap bertahan. “Bertahanlah… semakin aku bertambah besar, semakin kencang angin yang menerpa…” katanya dalam hati.
Saat datangnya musim kemarau, dia terpaksa menggugurkan daunnya untuk bertahan hidup. Inilah hidup. Penuh dengan pengorbanan.
Semakin hari, semakin sulit air yang ia peroleh. Ia tetap berusaha. Memanjangkan akarnya kebumi untuk mencari air. Hanya untuk bertahan hidup… Angin yang menerpanya semakin kencang saja.

Tanpa dia sadari… kesulitan-kesulitan itu berbuah manis. Akarnya sangat kokoh menancap kedalam bumi. Batangnya tegak berdiri menantang angin. Daunnya rindang dan memberikan kesejukan bagi yang berteduh dibawahnya, dan buahnya… manis.
Itulah sebuah perjuangan. Setelah kesulitan ada kemudahan, setelah kesedihan ada kebahagiaan. Belajarlah dari pohon itu untuk tabah menghadapi ujian. Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya. Begitupula pada manusia… semakin beriman, semakin sulit ujiannya.
Keep Istiqomah^^